Kopi Organik

kopi organik

Menikmati kopi dengan citarasa yang khas sungguh nikmat. tetapi pernahkah anda mendengar kopi organik?. Kopi organik adalah kopi yang diolah dengan prinsip-prinsip organik dengan kata lain  kopi yang ditanam dan dikelola tanpa melibatkan bahan kimia ataupun pestisida. Kopi organik selain mempunyai cita rasa yang khas juga baik untuk kesehatan karena bebas dari bahan kimia dan pestisida. Salah satu komoditas unggulan kami adalah kopi organik BSP Farm, ditanam secara organik dan sudah memiliki sertifikasi organik dari bio cert Indonesia dan juga  USDA.

Cerita Kopi Organik BSP Farm

Secara geografis BSP Farm berada di ketinggian 700 – 1000 meter diatas permukaan laut dengan rata-rata curah hujan adalah 3.572 mm/th. Total lahan seluas 30.29 Ha digunakan untuk usaha budidaya tanaman perkebunan, tanaman pangan dan hortikultura

Area tanam kopi BSP Farm

  • Luas area yang ditanam kopi adalah 8 ha.
  • Tahun tanam : 1994-1996
  • Varietas Kopi yang ditanam adalah klon robusta Bp 42 dan Bp 39 (BP : Balai Penelitian, D/h Besoekisch Proefstation)
  • TBM (tanaman belum menghasilkan) 3 ha : 4.500 Pohon
  • TM (tanaman menghasilkan ) : 5 ha : 7.500
  • Penyulaman :
    2012 : 0.25 ha
    2016 : 0.25 ha
    2017 : 1.50 ha

Musim Panen Kopi Organik

Panen buah kopi tidak dapat dijalankan hanya sekali saja dalam setahun. Melainkan mengikuti gelombang musim bunga, musim bunga biasa berlangsung selama 3-4 bulan. Dari bunga sampai buah masak membutuhkan waktu antara 8-12 bulan. Misal : apabila musim bunga berlangsung bulan April – Juli, maka musim panen pada bulan Mei- Agustus tahun berikutnya. Masaknya buah kopi ada yang lambat dan ada yang cepat. Masaknya buah kopi sangat tergantung iklim dan cuaca.

Tahapan Pemungutan/Panen Kopi Organik

3 tahapan pemungutan buah kopi
1. Tahap permulaan atau lelesan, yang dipungut/panen belum begitu banyak, yang dipanen terutama yang kena bubuk dan buah kopi yang kering.

  1. Tahap pertengahan/panen besar-besaran. Yang dipanen hanya yang masak saja
  2. Tahap terakhir :Panen racutan (gorek) semua buah kopi diambil baik yang masih muda, tua maupun yang diatas tanah diambil, maksudnya kebun jadi bersih, tidak menjadi sarang bubuk buah

Proses Pengolahan Kopi

Pada intinya pengolahan kopi bisa dibagi menjadi dua yaitu :

  1. Proses basah (Full wash) dan
  2. Kering (dry process atau natural process)

Namun diantara keduannya pun ada beberapa teknik yang kerap dipakai oleh petani setelah menyesuaikan dengan kondisi di kebun yang ada seperti ketersediaan air, faktor cuaca yang kerap hujan ataupun kondisi ekonomi dari petani kopi dan juga pesanan dari pembeli.

Beberapa proses pengolahan kopi  yang dikenal adalah

  1. Full wash
  2. Semi wash
  3. Dry atau natural process
  4. Honey Process

Panen Kopi organik

  • Setiap proses pengolahan kopi mensyaratkan permanenan kopi dengan petik tangan buah masak atau petik merah (red cherry)
  • Manakala tidak dilakukan proses petik buah kopi merah maka proses apapun yang dipakai tidak akan menghasilkan citrasa seduhan kopi yang baik nantinya.
  • Salah satu sebabnya adalah buah kopi mentah (warnanya masih hijau atau kuning mentah) akan terikut dan citrarasanya akan merusak seduhan kopi.
  • Karena biji kopi yang belum matang akan menghasilkan citrarasa seperti kacang dan membuat seduhan terasa cacat, walau Cuma ada satu biji tidak masak yang ikut.
  • Karena itu petik merah tidak bisa ditolerir harus terjadi bila berharap kopi enak
  • Selain dengan petik merah, proses penting lainnya adalah sortasi buah kopi

 

Sortasi buah kopi organik

  • Merendam sebentar biji kopi dalam ember air
  • Bila biji kopi mengapung di permukaan air itu tandanya biji kopi tersebut tidak memiliki cacat
  • Misalnya adanya lubang jarum, istilah yang menunjukkan keberadaan ulat penggerek buah di dalam biji kopi.
  • Karena ada rongga udara di dalam biji kopi tempat penggerek buah tinggal, maka buah kopi terapung
  • Buahkopi terapung harus dipisahkan (sortasi) dengan buah kopi yang tenggelam.

Kopi Organik BSP Farm

Dengan pengelolaan yang bersifat organik, maka keselarasan dengan alam akan timbul. dan berkontribusi besar tidak hanya pada kesejahteraan petani tetapi juga kelangsungan pertanian organik itu sendiri.